Tuesday, November 30, 2010 by Annisa ReswaraNo comments
credit. google.com
Today is the last November, and it’s rain, maybe till the first December, and it’s the day. Hope I can forget everything about my feel, about my love, and about my dream. It’s hard, yes I know, like a rain that fell down today, so hard. But all I know, I must go away. Coz I have had a cheat with a woman, so sory coz I love yours. But I promise I’ll go away soon.
This is an accidently love. I never hope loving, but this love come and closer. It’s like a dream, and really, I have ever hope something about this love. I don’t know, it’s late or not, but all I have to do is go away, and it’s enough for dreaming only.
Girl, I know you are very lucky, but me too. I can love and knowing, it’s more than enough. And I say BIG Thanks to Allah, cos Allah still hold me on and doesn’t let me keep this feeling. That star is for you, that’s why I said, “you are lucky”
You know girl? Cos I will get another star like what you’ve got.
I hope you and your star will be happily ever after.amin
Thursday, November 25, 2010 by Annisa ReswaraNo comments
credit. goole.com
Proses. Itulah kata yang selalu dia ucapkan ketika berbicara masalah kehidupan, lebih-lebih mengenai pekerjaan. Dia seorang pekerja keras yang penuh semangat. Tak sedikit pun dalam hidupnya dihabiskan untuk hura-hura. Di usianya yang masih muda, dia sudah berkeluarga dan memiliki usaha sendiri. Namanya Satriyo Niti Atmojo, dan dia lebih suka dipanggil dengan nama Yoyok.
Yoyok dilahrikan di Gresik pada 28 Februari 1983. Orang tuanya hanya seorang sopir, dan dia sadar bahwa hidup itu keras, karena itu dia sudah terbiasa dengan bekerja keras ketika kecil. Karena hanya itu yang bisa dia lakukan untuk membantu orang tuanya membesarkan dia dan dua adik perempuannya.
Sejak duduk di bangku SMP dia sudah mencoba membuka usaha sendiri. Awalnya dia mencoba membuka persewaan vcd. Yoyok melihat peluang persewaan vcd, karena saat itu di Gresik belum banyak tempat seperti itu, dan vcd masih menjadi barang langka yang harganya mahal.
Usaha persewaan vcd itu laku keras. Dalam sehari, Yoyok bisa menghasilkan sekitar Rp 300.000. Namun tak sedikit pun uang itu dia gunakan untuk hura-hura, melainkan untuk orang tuanya. Usaha ini cukup bertahan lama, hingga duduk di bangku kuliah, Yoyok masih menjalankan usaha ini. Hanya saja, usahanya dititipkan pada orang tuanya yang tinggal di Gresik, karena dia harus hijrah untuk kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya.
Usaha Yoyok tidah berhneti sampai di situ saja. Untuk mencukupi kebutuhannya di Surabaya, dia mencoba berbagai macam usaha lainnya. Seperti penjualan software house, produsen kaos dan asesoris, mencoba agro bisnis, membuka warung kopi,dan multimedia house. Tidak ada rasa canggung, tidak ada rasa malu, baginya yang penting pekerjaan yang dia lakukan halal dan tidak merugikan orang lain. Terlebih lagi, dia membuka usahanya itu dengan modal yang amat sangat minim. Tetapi dia membuktikan bahwa uang segenggam bisa menjadi segudang jika mau berusaha keras.
Setelah menikah pada tahun 2007, membuka usaha jasa Integrated visual communication studio yang bernama Vordava. Vordava ini di ambil dari nama anak pertamanya yang bersama Muhammad Daffa. Namun setahun sebelum membuka usaha jasa ini, Yoyok sebelumnya mempunya tim kreatif pembuat film Indie yang bernama Anti-Creative, dan Yoyok bertugas membuat poster film-film indie hasil garapan Anti-Creative. Sejak saat itu, Yoyok mengaku ketagihan dengan designing, dengan konsep, dan mulailah dia mencari ilmu dengan banyak bertanya pada teman-temannya yang menuntut ilmu di Desain Produk ITS (Institut Sepuluh November).
Vordava resmi dibuka pada tahun 2008. Proyek pertamanya adalah redesign office stationary milik PT Execomindo Pratama, tbk. Proyek tersebut merupakan bantu loncatan yang kemudian di ikuti oleh proyek-proyek lainnya. Sampai saat ini Yoyok yang selaku Conceptor, photographer, graphic designer, managing director bersama tim Vordava lainnya sudah menangani lebih dari 100 proyek besar dari berbagai perusahaan di Indonesia.
Sebenarnya Yoyok belum lama mengenal desain. Tentang desain baru dia pelajari 2 tahun terakhir, dan software desain (illustrator), baru dia pelajari sekitar pertengahan 2010. Namun ide dan karya-karyanya sudah seperti seorang yang Wahid dalam dunia desain komunikasi. Karya-karya Yoyok bisa dilihat di www.vordava.com
Dalam hal ini, Yoyok menunjukkan bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang, jika seorang tersebut tidak mau merubahnya. Dan dia kini dia telah membuktikan bahwa segenggam berlian bisa menjadi segudang.
Hanya sabar dengan proses. Menurutnya ‘niat’ merupakan hal yang utama, karena tanpa niat tidak akan pernah dihasilkan apapun. Bagi Yoyok Design is about change and improvement . Menurutnya segala sesuatu tidak akan mengalami perubahan, tanpa adanya, redesign / new design, sepertihalnya peradaban yang diawali dengan dunia tanpa peradaban, kemudian manusia mendesain sebuah peradaban (kota, komoditas), sehingga peradaban dirancang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka. Dari peradabanlah, lahir berbagai macam desain.
Selain itu, dia juga menganggap bahwa desain adalah segala sesuatu mengenai perbaikan, kemajuan, dan penyempurnaan. Seperti halnya sebuah produk yang setiap tahunnya mengalami perubahan secara fisik atau kualitas, menyesuaikan perkembangan jaman, disesuaikan dengan perubahan peradaban, pola pikir manusia, dan kebutuhan manusia.
Karena itulah Yoyok selalu bisa melihat sebuah peluang untuk dimasuki. Karena menurut Yoyok Berlian tidak turun dari langit, semua perlu usaha, kesabaran, dan yang paling penting adalah NIAT. Itulah proses.
Thursday, November 18, 2010 by Annisa ReswaraNo comments
pict by. For Colored Girl Movie Poster
Di dunia ini, saya yakin, tak ada manusia yang senang berkenalan dengan yang namanya kesusahan, kesedihan, keterpurukan, semuanya enggan. Namun tak ada yang tau bagaimana nasib seseorang. Semuanya sudah di atur oleh yang kuasa. Jika hari ini kita tertawa riang, bisa saja besok kita sudah menangis tersedu, jika hari ini kita jatuh cinta, bisa saja besok kita patah hati, jika pagi ini kita kaya, siapa yang tau nanti malam kita jatuh miskin??
Sekali lagi semuanya rahasia milik sang pencipta. Sekuat apapun usaha manusia, jika Dia berkehendak lain, maka terjadilah. J Hal yang bisa dilakukan manusia hanyalah bersabar, tawakal, dan berdoa. Ikhlas menjalani keputusan yang sudah diberikan Pencipta, meski kadang keputusan itu menyakitkan.
Ikhlas dan sabar memang hal yang mudah untuk diucapkan, namun sayang, tak semudah itu menjalaninya. Banyak yang gagal, tidak tahan, tidak sanggup, dan akhirnya memilih lari dari masalah, ato mencari jalan pintas yang benar-benar pintas. Jalan yang mereka anggap bisa membuat mereka lepas dari masalah tersebut, ato minimal jauh.
Baru beberapa bulan ini saya bekerja, dan sudah banyak keluhan dari mulut saya. Macet, capek, dan banyak lagi. Padahal saya bekerja di kantor, tempat yang (menurut saya) nyaman untuk bekerja, di depan computer, jauh dari panas dan hujan, namun saya masih saja mengeluh.
Mengeluh itu, tak ada gunanya. Mulailah saya membanding-bandingkan apa yang saya kerjakan dengan mereka yang pekerjaannya lebih berat dari pada saya. Awalnya saya membandingkan dengan seorang penjual tas kerja pinggir jalan. Setiap pagi, dia selalu menata rapi dagangannya di pinggir jalan Gayung Kebonsari (kalo anda di Surabaya, pasti tau jalan ini). Dia selalu sudah berada di tempat itu bersama dengan tas-tas dagangannya, dan mulai bekerja. Sementara saya, masih berada di jalan, dan belum mulai bekerja. Betapa rajinnya bapak itu, tanpa bosan setiap pagi menjajar dagangannya, tanpa tau apa ada yang berminat beli atau tidak, tanpa tau apa nanti ada hujan, tanpa tau apa dia akan berpenghasilan hari itu. Tapi dengan sabar iya, dia terus menjalani pekerjaan tersebut.
Tidak sampai di situ saya membandingkan, kemudian saya membandingkan lagi dengan seorang tukang parkir masjid yang letaknya di Jalan A.Yani tepatnya di Siwalan Kerto (kalo anda di Surabaya, pasti tau jalan ini). Setiap pulang kerja, saya pasti melintas tukang parkir ini mengurusi kendaraan yang parkir di depan masjid tersebut, tidak peduli hujan atau panas, tidak peduli betapa sulitnya tempat itu untuk parkir karena dekat dengan lampu merah Siwalan Kerto. Macet? Pasti.
Keadaan ini sepertinya terasa lebih sulit, karena dia kakinya pincang. Dia harus berjalan tertatih menggunakan tongkat untuk memarkir satu-satu kendaraan di situ. Coba di pikir, berapa penghasilan tukang parkir. (menurut saya) tidak seberapa jika dibandingkan dengan kerjanya. Siang-malan, panas-hujan, dan kakinya pincang. Namun dia tetap tidak putus asa, dia tetap bekerja hanya dengan satu kakinya.
Sungguh, saya malu jika mengingat orang-orang ini. orang-orang yang tetap mau bekerja tanpa putus asa, meski dalam keadaan yang sempit. Orang-orang yang pantang menyerah, meski hanya berada di pinggir jalan,tidak dalam gedung megah. Mereka yang tak mengeluh meski tidak dalam kesempurnaan fisik.
Justru (mungkin) kita, saya, anda, yang berada dalam keadaan yang lebih mudah, lebih banyak mengeluh, hanya karena kerikil-kerikil kecil.