Showing posts with label senja. Show all posts
Showing posts with label senja. Show all posts

27 August 2012

"Senja sore ini. Tak akan pernah lupa indahnya dan rasa tenang menyesapinya"

" semburat jingganya, subhanallah. Karena itu dia istimewa"

"Semburat jingga senja mengurai langit sore"


"Cuma Allah nih yang punya. Kita? Nothing lah..."


"Sore sempurna cantik terbungkus jingga"


"Senja 19 April, Allah memberi jawab atas tanya yang menggantung ditiap sujudku. Senja sore ini, terakhir. Tapi senja tetaplah senja yang istimewa. Setidaknya Allah memberi kesempatan menikmati pendarnya lebih dekat, lebih dalam."


"Senja sore ini..."






"Karena Senja hanya peristiwa sederhana, 
tapi selalu istimewa dengan semburat warna jingganya. 
Seperti kamu, istimewa... "

14 June 2012

Pada akhirnya semua juga akan pergi. Tinggal, sebagai yang ditinggalkan atau yang meninggalkan. Manusia adalah makhluk yang tidak tahu apa-apa, namun selalu menduga-duga, dan sering melakukan pembenaran atas dugaannya sendiri. Seperti engkau dan aku, kini.

20 April 2012


19 April 2012, senja sore ini nampak begitu indah, begitu cantik, begitu istimewa.  Tak percaya? Bahkan pulang kerja tadi, aku sempat memotret senja.  Jingganya, pendar merahnya. Sungguh, senja sore yang hangat dan tak akan terlupakan.

Bagaimana mungkin aku lupa? Senja 19 April ini, Allah memberi jawab atas tanya yang menggantung.  Senja 19 April ini, Allah menghadiahkan jawab atas doa ditiap sujud petak sajadahku.

Senja sore ini, yang terakhir. Tapi senja tetap senja yang istimewa. Setidaknya Tuhan berbaik hati pernah memberi kesempatan menikmati indah senja lebih dekat, lebih dalam.

Terimakasih senja, karena pernah mengantar hariku menemui malam.

Demikian senja. Sekian.

(Photo By. Annisa Reswara)

14 March 2012


Senja,
Akhir-akhir ini langit sering mendung
Aku tak bisa memandangimu dari sini
Tak bisa merasakan hangatmu dan menikmati cantik langit soremu
Senja,
Sejak pertama aku melihatmu
Ada rasa aneh yang selalu mengikutiku
Kau sangat sederhana, tapi...
Ada rasa tertinggal di sini, di hati.

08 March 2012


(Photo. aisyafra.wordpress.com)

Aku paling suka menikmati senja di sini. Di lantai paling atas gedung tertinggi di kotaku. Hanya di sini aku bisa melihat senja terindah, semburat jingga paling romantis, langit termanis, dan sore yang hangat. Di sini juga aku bisa menikmati setiap jengkal kenangan yang aku dan dia pernah lewati. Kenangan? Mungkin hanya bagiku, tidak baginya, entah.

“Senja itu selalu menyembuhkan.” Katanya pada suatu waktu bersamaku dulu. Dia yang membuatku bisa meresapi senja, menyusupkan damainya, dan menentramkan segalanya.

08 January 2012


Dear Senja,

Senja, Kamu begitu indah, atau mungkin terlalu indah, dan aku tidak pernah seindah semburat warnamu di kala sore menjelang. Apa aku pantas menemanimu kala sore ada?

Senja, keindahanmu sepertinya terlalu menyilaukanku. Entah sejak kapan aku selalu suka meresapimu dari kejauhan sambil bersembunyi di balik pohon tak berdaun. Dan kau tau itu.

05 January 2012


Menurut kalian, pertahanan seseorang itu dikarenakan apa? Apa karena mereka memang mau bertahan atau mereka bertahan karena sesuatu yang (hanya) menurut mereka patut dipertahankan? Pertanyaan saya adalah, apakah hal tersebut patut dipertahankan?

31 December 2011

Hari ini, hari terakhir tahun 2011. Hari dimana semua resolusi yang pernah kita rencanakan setahun lalu berujung.  Hasilnya adalah apakah resolusi itu tercapai atau masih bersambung di tahun berikutnya? Bagi kawan-kawan blogger yang resolusi tahun 2011 nya tercapai, saya ucapkan selamat. Tapi bagi yang belum tercapai, I said, sabar kawan, mungkin di tahun berikutnya kita akan lebih beruntung.