Pada
akhirnya semua juga akan pergi. Tinggal, sebagai yang ditinggalkan atau yang
meninggalkan. Manusia adalah makhluk yang tidak tahu apa-apa, namun selalu
menduga-duga, dan sering melakukan pembenaran atas dugaannya
sendiri. Seperti engkau dan aku, kini.
Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts
14 June 2012
28 April 2012
Saturday, April 28, 2012 by Annisa Reswara
Ada ketidakpahaman di ruang ini. Ketidakpahaman tentang banyak hal. Entah.
Disatu sisi, baiklah saya belajar banyak hal, saya mengenal banyak karakter, emosi, keadaan, situasi, dan apalah. Masih banyak lagi. Tapi di satu sisi lain, Ya Allah, apa ini? Kenapa begini? Kenapa begitu?
Banyak hal yang tidak bisa saya pahami. Saya mencoba paham beratus kali pun, saya benar-benar tidak paham. Saya tidak tau dari mana saya harus pahami dan pelajari.
Jika ruang ini diibaratkan sebuah halaman buku, saya sungguh tidak tau harus mulai mengeja dari mana, lebih-lebih membaca, dan sekaligus mengerti.
Entah...
"Seseorang, siapapun. Tolong bantu saya untuk memahami ini."
Disatu sisi, baiklah saya belajar banyak hal, saya mengenal banyak karakter, emosi, keadaan, situasi, dan apalah. Masih banyak lagi. Tapi di satu sisi lain, Ya Allah, apa ini? Kenapa begini? Kenapa begitu?
Banyak hal yang tidak bisa saya pahami. Saya mencoba paham beratus kali pun, saya benar-benar tidak paham. Saya tidak tau dari mana saya harus pahami dan pelajari.
Jika ruang ini diibaratkan sebuah halaman buku, saya sungguh tidak tau harus mulai mengeja dari mana, lebih-lebih membaca, dan sekaligus mengerti.
Entah...
"Seseorang, siapapun. Tolong bantu saya untuk memahami ini."
24 March 2012
Saturday, March 24, 2012 by Annisa Reswara4 comments
Jika hari ini adalah hari terakhir, aku akan dengan rela berdiri di sini, menanti, menyisakan semua waktu yang kupunya. Membalut hati dengan sebuah keikhlasan yang tak berujung. Menunggu sebuah hati yang tidak pernah termiliki.
04 October 2011
Tuesday, October 04, 2011 by Annisa Reswara7 comments
Curhatttttt!!!
Saya nulis ini ketika sedang grogi. Saya sedang ada interview kerja. Ini sedang nunggu giliran. Tapi mau praktek dulu.
Tau prakteknya apa?
Ngajar anak-anak. I love kids. But, saya suka grogi kalo ada banyak atau masih baru pertama gini.
Saya nulis ini ketika sedang grogi. Saya sedang ada interview kerja. Ini sedang nunggu giliran. Tapi mau praktek dulu.
Tau prakteknya apa?
Ngajar anak-anak. I love kids. But, saya suka grogi kalo ada banyak atau masih baru pertama gini.
26 September 2011
Monday, September 26, 2011 by Annisa Reswara43 comments
Pernah tau tentang misteri angka kembar? Sering lihat angka kembar secara nggak sengaja? Gimana perasaan kamu setelah itu?
Akhir-akhir ini, saya sering sekali lihat angka kembar secara nggak sengaja pada jam digital ponsel. Bisa pagi, siang, sore, ataupun malem. Saya jadi ingat, ketika kuliah dulu ada teman yang mengatakan, kalau kita secara nggak sengaja lihat angka kembar, itu artinya ada yang sedang kangen sama kita. But, is it true? Saya juga nggak tau.
21 September 2011
Wednesday, September 21, 2011 by Annisa Reswara8 comments
Ketika cinta datang mengusik hati, rasa, dan mimpi, saat itu hati ini akan mulai berucap harap untuk memiliki seorang yang dikasihi. Jiwa ini bergelora, ingin selalu dekat. Seharusnya, jika seseorang mencintai, idealnya adalah juga dicintai. Namun sayang, pengharapan kadang tidak sesuai dengan kenyataan.
08 September 2011
Thursday, September 08, 2011 by Annisa Reswara8 comments
Tapi kadang, jika sudah sampai pada titik tertentu, (bagi saya) menulis sudah bukan lagi menjadi aktivitas penumpahan segala emosi dalam jiwa atau pengabadian sejarah hidup saya, tapi menulis akan menjadi aktivitas yang melelahkan. Rasanya otak ini sudah tidak mau lagi diajak bekerjasama untuk berpikir kata-kata apa yang harus saya tulis di lembar kosong Microsoft Word. Kalau sudah begitu, jari-jari saya pun akan ikutan ngambek. Mereka enggan menari cantik, tapi akan lebih memilih bersembunyi di balik telapak tangan empunya (saya).
24 August 2011
Wednesday, August 24, 2011 by Annisa Reswara17 comments
Tahukah kamu bagaimana rasanya ketika mengetahui orang yang kamu cintai dan kamu sayangi ternyata tidak berjodoh denganmu? Lebih tepatnya tidak mencintaimu. Limbung. Tak tahu harus bagaimana. Dan tahukah kamu apa yang kamu perlukan saat itu? Akal sehat, hati yang lapang, dan Tuhan.
23 August 2011
Tuesday, August 23, 2011 by Annisa ReswaraNo comments
Dear Rindu,
Rindu, Aku tak akan lagi mengusik tiada dan hadirmu.
Rindu, ku tahu, setiap lorong selalu memiliki ujung. Seperti Kota Dingin yang telah berganti musim. Dan aku tak akan lagi mengharap terik matahari di tengah badai salju.
Rindu, Aku tak akan lagi mengusik tiada dan hadirmu.
Rindu, ku tahu, setiap lorong selalu memiliki ujung. Seperti Kota Dingin yang telah berganti musim. Dan aku tak akan lagi mengharap terik matahari di tengah badai salju.
08 June 2011
Wednesday, June 08, 2011 by Annisa ReswaraNo comments
Saya rasa bukan suatu hal yang berlebihan jika seorang manusia ingin dihargai, meski orang itu hanyalah seorang anak muda atau bahkan anak kecil. Mengapa? Karena pada dasarnya semua orang memang ingin dihargai.
Semua orang butuh teman. Mereka ingin memiliki tempat untuk berbagi, entah kesedihan atau mungkin kebahagiaan. Dan harta, kekayaan, atau jabatan, bukanlah jaminan untuk mendapatkan teman. Mungkin ketika kita kaya, orang lain akan begitu hormat, namun bukan semata-mata karena “kita”, tapi karena kita kaya. Lain halnya jika kita baik pada orang, maka orang lain akan menghargai diri kita, apa adanya diri kita. Meski kita tidak bergelimang harta, atau bertahtakan mahkota raja (jabatan).
Taukah kamu? Ada beberapa cara menghargai yang sering kali kita lupakan, mungkin kita menganggapnya itu adalah hal sepele, namun itu berarti.
Hanya dengan mendengarkan seseorang berbicara saja, dia sudah merasa dihargai karena apa yang dia katakan mendapatkan sedikit perhatian. Jangan lupakan kata-kata terimakasih setiap kali ada orang yang memberikan bantuan pada kita. Entah bantuan itu kecil atau besar. Kata-kata terimakasih juga membuat seseorang merasa dihargai karena dia bisa bermanfaat untuk orang lain.
Memperhatikan ketika nama kita dipanggil, juga merupakan suatu bentuk penghargaan bagi mereka yang memanggil. Asal jangan setiap dipanggil orang kita langsung jawab, lihat dulu siapa orangnya, harus cukup waspada. Siapa tau dia berniat lain. Hehe
Memasang wajah yang enak dipandang juga termasuk bentuk menghargai. Karena kasihan orang yang melihat wajah lesu kita, padahal dia tidak ada sangkut pautnya dengan apa yang kita hadapi.
Jadi mari belajar menghargai. Karena mungkin uang adalah alat untuk menukar harga, namun untuk menghargai bukan uang yang digunakan, namun sikap kita.
Subscribe to:
Posts (Atom)






